Skip to main contentSkip to main content
AskSakina

AskSakina

سكينة

Panduan Praktik

Cara Berpuasa di Ramadhan: Aturan, Waktu, dan Amalan Ruhani

Jawaban Singkat

Berpuasa di Ramadhan berarti menahan diri dari makan, minum, dan hubungan suami istri sejak fajar (Subuh) hingga terbenamnya matahari (Maghrib), setiap hari sepanjang bulan Ramadhan dalam kalender Hijriyah. Ini adalah rukun Islam keempat dan wajib bagi setiap Muslim dewasa yang sehat. Bulan ini juga musim memperbanyak shalat, sedekah, dan tilawah Al-Quran.

Buka pencatat puasa

Pencatat puasa AskSakina mencatat hari-hari Ramadhan, puasa qada (mengganti), dan puasa sunnah.

Ramadhan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriyah — bulan turunnya Al-Quran pertama kali. Di seluruh dunia, lebih dari 1,8 miliar umat Muslim menjalaninya bersama-sama, berpuasa dari fajar hingga maghrib dan berkumpul untuk shalat malam (Tarawih).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.

Quran, Al-Baqarah 2:183

Ritme Harian

  1. Sahur — santapan kecil yang dimakan sebelum waktu Subuh. Pilih makanan yang mengenyangkan (oat, kurma, air).
  2. Niat — pasang niat berpuasa. Mayoritas mazhab mensyaratkan niat harian; mazhab Maliki memperbolehkan satu niat untuk sebulan penuh.
  3. Puasa — tidak makan, minum, atau berhubungan suami istri sejak masuk Subuh hingga azan Maghrib.
  4. Berbuka — berbuka puasa saat matahari terbenam. Sunnahnya berbuka dengan kurma dan air.
  5. Shalat Maghrib — shalat segera setelah berbuka.
  6. Tarawih — shalat malam tambahan berjamaah, umum dilakukan sepanjang bulan.

Doa Saat Berbuka

ذَهَبَ ٱلظَّمَأُ، وَٱبْتَلَّتِ ٱلْعُرُوقُ، وَثَبَتَ ٱلْأَجْرُ، إِنْ شَآءَ ٱللَّهُ

Dhahaba'ẓ-ẓamaʾu, wa-btallati'l-ʿurūqu, wa thabata'l-ajru, in shāʾa'llāh

Telah hilang dahaga, telah basah pembuluh-pembuluh darah, dan pahala telah pasti, jika Allah menghendaki.

Sunan Abi Dawud 2357 (hasan).

Hal-Hal yang Membatalkan Puasa

  • Makan atau minum dengan sengaja selama jam puasa.
  • Hubungan suami istri selama jam puasa.
  • Muntah dengan sengaja.
  • Bagi perempuan: haid atau nifas (hari-hari itu di-qada kemudian).

Kalau kamu makan atau minum karena benar-benar lupa, puasa tidak batal — selesaikan harimu dan lanjutkan seperti biasa. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Barang siapa lupa saat berpuasa lalu makan atau minum, hendaklah ia menyempurnakan puasanya — karena Allah yang memberinya makan dan minum." (Sahih Bukhari 1933).

Siapa yang Dibebaskan

  • Anak-anak yang belum baligh (meskipun banyak yang senang berlatih dengan setengah hari).
  • Orang sakit — penyakit sementara berarti puasa di-qada kemudian; penyakit kronis berarti memberi makan orang miskin (fidyah).
  • Musafir — boleh tidak berpuasa dan meng-qada hari yang ditinggalkan kemudian.
  • Perempuan hamil atau menyusui yang kesehatannya (atau kesehatan anaknya) akan terganggu. (Catatan: Jika berbuka semata-mata karena khawatir terhadap kesehatan bayi, mazhab Syafi'i dan Hanbali mensyaratkan qada hari itu plus membayar fidyah.)
  • Perempuan yang sedang haid — puasa tidak sah pada hari-hari itu; di-qada kemudian.
  • Orang yang sangat tua — fidyah (memberi makan satu orang miskin per hari yang ditinggalkan) menggantikan puasa.

Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Allah tidak butuh seseorang meninggalkan makan dan minumnya jika puasanya tidak disertai dengan ucapan yang jujur dan amal yang baik." (Sahih Bukhari 1903). Puasa itu untuk seluruh diri, bukan hanya perut.

Sepuluh Malam Terakhir

Sepuluh malam terakhir Ramadhan mengandung Lailatul Qadar — yang dalam Al-Quran disebut "lebih baik daripada seribu bulan" (Quran 97:3). Banyak Muslim memperbanyak shalat malam, doa, dan tilawah Al-Quran di periode ini. Doa yang paling dicintai untuk malam-malam ini, yang diajarkan Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) kepada Aisyah (radhiyallahu 'anha), adalah:

ٱللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ ٱلْعَفْوَ فَٱعْفُ عَنِّي

Allāhumma innaka ʿAfuwwun tuḥibbu'l-ʿafwa faʿfu ʿannī

Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.

Sunan at-Tirmidhi 3513 (sahih).

Setelah Ramadhan

Ramadhan ditutup dengan Idul Fitri — hari penyempurnaan. Sebelum shalat Id, setiap keluarga menunaikan Zakat Fitrah: sedekah kecil berupa makanan (atau setara nilainya) atas nama setiap anggota keluarga. Setelah Id, enam puasa sunnah di bulan Syawal membawa pahala puasa setahun penuh, menurut hadis Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) yang tercatat dalam Sahih Muslim 1164.

Catat Ramadhanmu

Catat hari-hari puasa, rencanakan qada, dan ikuti ritme musimnya.

Segarkan pemahaman shalat

Lima shalat fardhu menjadi pilar bulan ini.

Halaman ini hanya untuk panduan edukasi dan bukan merupakan fatwa (putusan hukum). Hukum Islam dapat berbeda berdasarkan mazhab dan konteks lokal kamu. Kami menyarankan untuk berkonsultasi dengan ulama setempat yang kamu percayai untuk nasihat pribadi.

Jelajahi Lainnya