Pada tanggal 9 Dzulhijjah, wukuf (berdiri) di Arafah menjadi inti dari ibadah Haji. Ratusan ribu jamaah berkumpul di padang yang beberapa mil di luar Makkah, dari setelah Zuhur sampai matahari terbenam, berdoa tanpa penghalang antara mereka dan Tuhan mereka. Hari yang sama memikul bobot yang dalam bagi setiap Muslim, di mana pun mereka berada.
Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Tidak ada hari di mana Allah membebaskan lebih banyak hamba dari api neraka selain Hari Arafah." (Sahih Muslim 1348)
Puasa di Hari Arafah (bagi yang tidak sedang berhaji)
Bagi Muslim yang tidak sedang berhaji, berpuasa di Hari Arafah termasuk salah satu puasa paling berpahala sepanjang tahun. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Puasa Hari Arafah menghapus dosa tahun lalu dan tahun yang akan datang." (Sahih Muslim 1162)
Adalah Sunnah (amalan Nabi) bagi jamaah haji untuk tidak berpuasa di hari ini — wukuf mereka di Arafah sudah menjadi inti ibadah, dan puasa bisa melemahkan mereka di jam-jam doa. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) sendiri tidak berpuasa di Arafah saat Haji Wada' (Sahih al-Bukhari 1988).
Tergantung kamu tinggal di mana, tanggal 9 Dzulhijjah dalam kalender setempat bisa jatuh di hari yang berbeda dari perkumpulan di Makkah. Banyak ulama menganjurkan mengikuti otoritas Islam setempat, sementara yang lain menganjurkan menyelaraskan dengan hari saat jamaah haji wukuf di Arafah. Keduanya adalah pendekatan yang sah dan diakui.
Kalau kamu tidak bisa berpuasa — karena sakit, haid, perjalanan, hamil, kelelahan — hari ini tidak hilang darimu. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda bahwa doa terbaik adalah doa Arafah; doa itu terbuka untuk semua orang, berpuasa atau tidak.
Doa Terbaik Sepanjang Tahun
Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda: "Doa yang terbaik adalah doa di Hari Arafah, dan yang terbaik dari apa yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: La ilaha illallah, wahdahu la sharika lah, lahul-mulku wa lahul-hamd, wa huwa 'ala kulli shay'in qadeer." (Jami' al-Tirmidhi 3585, hasan)
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Lā ilāha illā'llāhu waḥdahu lā sharīka lah, lahu'l-mulku wa lahu'l-ḥamd, wa huwa ʿalā kulli shayʾin qadīr
Tiada tuhan selain Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya segala kerajaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Jami' al-Tirmidhi 3585 (hasan).
Selain itu, mintalah sebebasnya. Jangan ditahan. Hari Arafah terbuka dengan cara yang sedikit hari lain memilikinya — untuk shalat fardhu yang masih kurang, untuk hubungan yang sulit kamu perbaiki, untuk keinginan hati yang selama ini kamu tahan untuk diucapkan. Pada hari ini Allah lebih dekat denganmu daripada pintu kamarmu.
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku.
Quran, Al-Baqarah 2:186 (partial)
Rencana Praktis yang Tenang
- Pasang niat berpuasa. Meskipun ideal kalau niat ditetapkan di malam sebelumnya, mayoritas ulama (Hanafi, Syafi'i, Hanbali) sepakat bahwa untuk puasa sunnah seperti Arafah, kamu tetap bisa berniat di pagi hari selama belum makan.
- Bangun sahur sebelum Subuh kalau bisa. Bahkan segelas air dan satu butir kurma sudah terhitung mengikuti Sunnah.
- Shalat Subuh lalu tetap berdzikir. Banyak Muslim menyisihkan satu atau dua jam khusus sepanjang hari untuk berdoa.
- Bacalah apa yang kamu mampu dari Al-Quran — Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, atau surat yang lebih panjang kalau kamu punya waktu.
- Sekitar waktu para jamaah haji wukuf di Arafah (setelah Zuhur sampai Maghrib), sediakan rentang yang tenang — beberapa menit kalau tidak satu jam — untuk berdoa dengan khusyuk.
- Buka puasa saat matahari terbenam dengan kurma dan air, sebagaimana Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) membuka puasanya.
Kalau kamu mencoba salah satu dari amalan ini untuk pertama kalinya, AskSakina punya panduan puasa langkah demi langkah dan panduan shalat yang mungkin membantu.
Catatan untuk yang Menyaksikan Haji dari Rumah
Banyak Muslim merasakan getar di Hari Arafah — kerinduan untuk berada di sana. Sakit hati itu sendiri adalah ibadah. Nabi (shallallahu 'alaihi wa sallam) bersabda bahwa pahalamu dicatat sesuai dengan niatmu; hati yang ingin berada di Arafah tetap dihargai meskipun jasad tidak bisa menempuh perjalanan itu.
Kalau Hari Ini Terasa Berat
Hari besar dalam kalender Islam bisa terasa berat kalau kamu sedang tidak sehat, cemas, berduka, atau sekadar lelah. Hari Arafah adalah hari ampunan. Kalau doamu hari ini tidak fasih — kalau hanya "Ya Allah, aku di sini, tolong" — itu sudah cukup. Dia mendengar yang diam pun.
Tandai puasa sunnah Arafah dan hari-hari Dzulhijjah lainnya.
Doa-doa untuk ampunan, kesejahteraan, keluarga, rezeki — berguna di Hari Arafah.
Kalau hari ini terasa lebih berat dari dugaan, AskSakina punya konten pendampingan untuk rasa jauh, duka, dan doa yang belum terjawab.